0
26 Mei
Dikirim pada 26 Mei 2013 di Uncategories

Kebahagiaan adalah hal yang dicari oleh setiap orang. Ada yang mengekspresikannya dengan berbagai cara. Diantaranya Ada yang dengan membuat vila yang besar bahkan tidak tanggung-tanggung yang saking besarnya kolamnya ada 12,  yang isinya tentunya ikan yang mahal juga. Namun dengan berbuat seperti itu apakah mereka bahagia, ternyata tidak selalu karena masalah selalu saja terbawa ke vila tersebut. Bila kita cermati kebahagiaan itu sebenarnya berasal dari Allah Swt. Jadi sudah sewajarnya kita minta pada Allah Swt.

Diantara kebahagiaan yang haqiqi ada 4 diantaranya :

  1. Memiliki istri yang solehah.

Kesolehan itu merupakan suatu ujian karena kesolehan itu suatu komitmen yang harus kita pertahankan sampai akhir hidup. Seperti yang kita tahu dalam sejarah pun istri seorang Nabi Ayub pun bisa lepas kesolehannya ketika Nabi Ayub diuji dengan sakit.

  1. Keturunan yang soleh.

Yang dikatakan mandul bukanlah orang tidak punya anak,  tetapi orang yang punya anak namun semuanya tidak ada yang soleh. Sedangkan orang yang tidak punya anak namun dia bisa mensolehkan anak -anak yang lain dia bukanlah dikatakan sebagai mandul.

  1. Teman yang soleh.

Ikatan yang paling kuat adalah ikatan karena akidah. Dulu ketika kaum muslimin hijrah ke Madinah mereka tidak membawa apa-apa , namun dengan kecerdasan Rasulullah Saw mereka dipersaudarakan dengan kaum muhajirin sehingga nereka bisa kembali sejahtera. Ada salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang bernama Abdurrahman bin Auf, Beliau ditawari oleh kaum muhajirin yang mempunya 4 istri  untuk diberikan salah satu kepadanya. Dia juga mempunyai harta yang berlimpah dan ingin membagi 2 dengan Abdurrahman bin Auf namun dengan santun Abdurrahman bin Auf  tidak mengedapankan syahwatnya tetapi lebih  mengedepankan kesolehannya maka beliau tidak menerima tawarannya tersebut, Beliau lebih memilih untuk ditunjukan kemana arah pasar. Setelah beliau di pasar beliau bekerja dengan sungguh-sungguh dan tak lama dari itu akhirnya beliau menjadi saudagar terkaya kembali di Madinah.

Teman yang soleh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan dan juga mencegah kepada keburukan dan permusuhan.

Maka bila kita ingin memasuki suatu daerah baru maka untuk memperhatikan juga penduduk sekitar apakah memiliki jiwa kesolehan juga atau tidak. Karena bila teman yang soleh itu selalu memberikan ketenangan dan kebahagian pada kita.

  1. Mata pencaharian ditempat sendiri.

Bila telah melaksanakan tugas disuatu daerah lain maka anjuran Rasulullah Saw agar harus segera kembali ke keluarganya, karena tugas seorang suami adalah sebagai pemimpin bagi keluarganya. Bila kita bekerja di luar daerah maka kita tidak tahu kondisi keluarga  kita.  Yang dibutuhkan dalam keluarga bukan hanya sekedar materi  tapi juga pendidikan dan kasih sayang orang tua.

Demikian semoga bermanafaat dan semoga kita selalu menjadi orang yang berbahagia di dunia dan akhirat.

 



Dikirim pada 26 Mei 2013 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Dengan tulisan mewakili isi pikiran. More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 36.699 kali


connect with ABATASA