0
Dikirim pada 05 Januari 2012 di Uncategories

Di suatu desa yang bernama Desa Talaga Kulon terdapat suatu sekolah yang biasa dipanggil Sekolah Agama atau Madrasah Diniyah PUI di sanalah dulu saya pernah belajar. Ketika itu ada seorang kepala sekolah yang biasa disapa ustadz Apol , beliau sangat dihormati. Tidak jarang beliau terjun langsung mengajar kepada para siswa bila guru yang berkenan tidak bisa hadir. Beliau pun dalam urusan kerja bakti paling aktif. Dalam bidang senipun pun beliau sangat ahli apalagi dalam tulisan dan kaligrafi. Pernah suatu kali hujan mengguyur sekolah ketika itu sekolah sedang libur, namun beliau sengaja datang ke sekolah untuk mengecek apa ada kebocoran . Bila ada kebocoran beliau langsung memperbaikinya.

Dalam suatu ujian ada pertanyaan tentang siapa nama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Para siswa dengan gampang menjawab nama kepala sekolah, namun dengan pertanyaan nama wakil kepala sekolah agak kesulitan karena kurang dikenal dikalangan para siswa. Akhirnya siswa pun menuliskan jawabannya dikertas dengan nama istri ustadz sebagai nama wakil kepala sekolah. Jelas langsung disalahkan oleh guru pemeriksa ujian karena Istri ustadz Apol adalah pedagang di kantin sekolah tersebut.

Ketika di rumah saya mendengar pengumuman dari mesjid ternyata ada kabar setelah diperhatikan dengan seksama ternyata kabar meninggalnya Ustadz Apol. Langsung di sana saya merasa kehilangan dan Ayah saya pun yang juga bertugas sebagai guru pengajar di sekolah itu langsung menangis sedih menutup matanya dengan kedua tangannya didekat tembok rumah. baru kali itu saya melihat Ayah Saya menangis sampai sesedih itu. 

Haripun berlalu urusan administrasi sekolah pun segera diseleseikan oleh para guru karena yang biasanya mengerjakan adalah Ustadz Apol. Ketika dibuka Buku Catatan tentang keuangan baru diketahui pada kolom penggajian tidak terdapat  tanda tangan Ustadz Apol. Ini berarti selama 6 bulan beliau tidak menerima gaji. Beliau lebih mengutamakan kesjahteraan para guru pengajar yang lain sampai-sampai beliau tidak mengambil hak gajinya karena kondisi keuangan sekolah saat itu belum stabil.

Semoga Amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh SWT. Terima kasih ustadz atas perjuangannya dalam mendidik dan mengajar para siswa sehingga menadi bekal dalam mengarungi kehidupan ini.



Dikirim pada 05 Januari 2012 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

Dengan tulisan mewakili isi pikiran. More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 36.708 kali


connect with ABATASA